Aksi Mahasiswa UI di Mabes Polri menjadi sorotan publik setelah suasana unjuk rasa sempat memanas ketika salah satu peserta aksi menunjuk aparat saat menyampaikan orasi. Momen tersebut terjadi di depan markas besar Kepolisian Negara Republik Indonesia dan dengan cepat menyebar luas di media sosial.
Sejumlah mahasiswa dari Universitas Indonesia menggelar aksi untuk menyampaikan aspirasi terkait isu hukum dan kebijakan publik yang tengah menjadi perhatian. Mereka datang dengan membawa spanduk, poster, serta pengeras suara untuk menyuarakan tuntutan secara terbuka. Sejak awal, aparat kepolisian telah berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan aksi berlangsung tertib dan aman.
Ketegangan mulai terasa ketika salah satu orator menyampaikan kritik keras terhadap institusi penegak hukum. Dalam suasana penuh semangat, orator tersebut terlihat menunjuk ke arah aparat yang berjaga sambil menyampaikan pernyataan tegas. Gestur tersebut memicu sorakan dari peserta aksi lainnya, meskipun tidak sampai menimbulkan bentrokan fisik.
Petugas kepolisian yang berjaga tetap bersikap tenang dan tidak terpancing provokasi. Mereka membentuk barikade pengamanan di depan gerbang Mabes untuk menjaga jarak antara massa aksi dan area dalam. Hingga aksi berakhir, situasi tetap terkendali tanpa insiden besar.
BACA JUGA : KPK Tahan Pegawai Bea Cukai Terkait Suap, Pilih Tutup Mulut

Koordinator lapangan aksi menegaskan bahwa tujuan demonstrasi adalah menyampaikan aspirasi secara damai. Ia juga mengingatkan peserta agar tidak melakukan tindakan anarkis maupun provokatif. “Kami datang untuk menyuarakan pendapat, bukan mencari keributan,” ujarnya dalam orasi lanjutan.
Di sisi lain, pihak kepolisian menyatakan menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, aparat juga mengingatkan agar aksi dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan tidak melanggar hukum. Pengamanan dilakukan secara humanis dengan pendekatan persuasif.
Pengamat sosial menilai dinamika dalam Aksi Mahasiswa UI merupakan bagian dari ekspresi demokrasi. Gestur menunjuk aparat saat orasi, meski terkesan provokatif, sering kali muncul sebagai bentuk simbolik dalam menyampaikan kritik. Namun demikian, penting bagi semua pihak untuk tetap menjaga etika dan menghindari eskalasi yang tidak perlu.
Aksi Mahasiswa UI di Mabes Polri ini juga mencerminkan tingginya partisipasi generasi muda dalam isu-isu kebangsaan. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan publik. Namun, keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial tetap menjadi hal yang harus dijaga.
Setelah beberapa jam berlangsung, massa aksi membubarkan diri secara tertib. Arus lalu lintas di sekitar lokasi yang sempat tersendat kembali normal. Tidak ada laporan kerusakan fasilitas umum maupun korban luka dalam kegiatan tersebut.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya ruang dialog antara mahasiswa dan aparat negara. Demonstrasi yang berjalan damai menunjukkan bahwa perbedaan pandangan dapat disampaikan tanpa kekerasan. Dengan komunikasi yang baik dan pengelolaan situasi yang profesional, aksi unjuk rasa dapat tetap menjadi bagian sehat dari kehidupan demokrasi di Indonesia.
DAFTAR SITUS BOLA : BOLAQIUQIU
WEBSITE AMAN KARTU DOMINO : QiuQiu99




