Pencak Silat Genap 6 Tahun di UNESCO, Kemenbud Tegaskan Komitmen Budaya
Tak terasa, Pencak Silat telah genap enam tahun diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Sejak pengakuan tersebut, Pencak Silat tidak hanya dikenal sebagai seni bela diri, tetapi juga simbol identitas dan nilai luhur bangsa Indonesia. Momentum ini kembali ditegaskan oleh Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) sebagai bentuk komitmen menjaga warisan budaya nasional.
Pengakuan UNESCO dan Maknanya
Pengakuan dari UNESCO pada 2019 menempatkan pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya dunia. Seni bela diri ini dinilai memiliki unsur seni, spiritualitas, pendidikan karakter, serta kearifan lokal yang kuat. Di berbagai negara, pencak silat kini dikenal tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga ekspresi budaya Nusantara.
Pengakuan global ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang beragam dan bernilai tinggi.
Baca Juga: Kunjungi Lokasi Bencana, Prabowo Subianto Tegaskan Tanggung Jawab
Kunjungi Juga Artikel Menarik Lainnya : https://artikelqiuqiu99.com/
Daftar dan Login: https://qiuqiu99.forum/

Enam Tahun Upaya Pelestarian
Selama enam tahun terakhir, berbagai upaya pelestarian terus dilakukan. Pemerintah daerah, perguruan, dan komunitas budaya aktif menggelar festival, pelatihan, hingga pertunjukan seni. Di beberapa wilayah, seni bela diri tradisional ini juga mulai dikenalkan kepada pelajar melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Langkah tersebut dinilai penting agar warisan budaya tidak berhenti pada generasi lama, tetapi terus diwariskan secara berkelanjutan.
Peran Kemenbud dalam Menjaga Warisan
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan komitmennya untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya nasional. Dukungan diberikan melalui pendataan perguruan, pembinaan pelatih, serta fasilitasi kegiatan budaya di tingkat lokal maupun nasional.
Selain itu, Kemenbud juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk dokumentasi sejarah, arsip gerakan, dan promosi budaya ke tingkat internasional. Pendekatan ini dinilai relevan agar warisan budaya tetap hidup di era digital.
Tantangan Globalisasi dan Generasi Muda
Di tengah arus globalisasi, minat generasi muda terhadap budaya tradisional menghadapi tantangan serius. Budaya populer global sering kali lebih menarik perhatian. Karena itu, qiuqiu99 diperlukan pendekatan kreatif agar pencak silat tetap relevan, misalnya melalui konten digital, film, atau kolaborasi dengan olahraga modern.
Ketika generasi muda merasa bangga dan terlibat langsung, pelestarian budaya akan berjalan secara alami dan berkelanjutan.
Penutup
Enam tahun pengakuan UNESCO menjadi pengingat bahwa warisan budaya bukan sekadar simbol, melainkan amanah bersama. Dengan komitmen pemerintah, peran komunitas, dan keterlibatan generasi muda, seni bela diri tradisional Indonesia diyakini akan terus berkembang dan dikenal dunia.





