Purbaya akhirnya buka suara menanggapi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai. Kasus ini kembali menyita perhatian publik karena melibatkan institusi strategis yang memiliki peran penting dalam penerimaan negara dan pelayanan ekonomi nasional.
Dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa pihaknya menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan di KPK. Ia menilai, langkah penegakan hukum yang dilakukan lembaga antirasuah merupakan bagian dari upaya menjaga integritas aparatur negara dan memastikan praktik korupsi tidak mendapat ruang di lingkungan pemerintahan.
Menurut Purbaya, OTT KPK ini harus dijadikan sebagai momentum evaluasi menyeluruh, khususnya dalam memperkuat sistem pengawasan internal di tubuh pajak dan Bea Cukai. Ia menyampaikan bahwa penindakan hukum memang penting, namun pencegahan jangka panjang melalui reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, serta transparansi kebijakan tidak kalah krusial.
BACA JUGA : Jokowi Dukung Prabowo 2 Periode, Ini Kata Ibas – QiuQiu99

“Setiap bentuk pelanggaran hukum harus ditindak tegas tanpa pandang bulu. Komitmen pemberantasan korupsi harus dijalankan secara konsisten,” ujar Purbaya. Ia juga menekankan bahwa integritas dan profesionalisme aparatur merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Purbaya menyoroti pentingnya peran pimpinan dalam memberikan contoh dan memastikan budaya antikorupsi diterapkan di seluruh lini organisasi. Menurutnya, penguatan nilai etik dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari sistem kerja, bukan sekadar slogan.
Kasus OTT KPK terhadap pejabat pajak dan Bea Cukai ini dinilai berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat jika tidak disikapi secara serius. Oleh karena itu, Purbaya mendorong adanya langkah konkret berupa pembenahan prosedur pelayanan, peningkatan pengawasan, serta sanksi tegas bagi pelaku pelanggaran.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi secara berkelanjutan. Dukungan tersebut, menurut Purbaya, tidak hanya datang dari aparat penegak hukum, tetapi juga dari internal institusi dan masyarakat luas.
“Kepercayaan publik adalah aset yang sangat berharga. Sekali rusak, butuh waktu lama untuk memulihkannya,” kata Purbaya, menegaskan bahwa reformasi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Hingga kini, KPK masih terus mendalami kasus OTT tersebut dan mengumpulkan alat bukti untuk proses hukum selanjutnya. Publik pun menantikan langkah nyata pemerintah dalam memastikan tata kelola pajak dan Bea Cukai yang bersih, transparan, dan berintegritas, sejalan dengan pernyataan dan komitmen yang disampaikan oleh Purbaya.
Webiste Aman dan Terpercaya : qiuqiu99




